Ada satu bidang usaha yang hingga kini belum begitu diperhatikan. Padahal, permintaan jasanya kian meningkat. Lebih lagi, tidak butuh modal besar
untuk memulainnya. Namun, keuntungannya lumayan besar. Bidang usaha itu adalah wedding organizer.
Belakangan ini, orang-orang yang ingin menggelar acara pernikahan mulai tertarik menggunakan jasa pihak ketiga dalam proses penyelenggaraannya. Itulah yang kini dirasakan Nisa Hartiani, (35), pemilik Nisa Wedding and Catering Service, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan acara pernikahan.
Menurut Nina, belakangan ini sering sekali kebanjiran order. Ia mengaku, per bulannya menangani 15 hingga 30 acara pernikahan. Namun permintaannnya bisa lebih besar dari itu. “Dalam satu hari saja, kita bisa tangini 2-3 acara sekaligus. Kita sering kewalahan untuk memenuhi permintaannya,” papar Nina.
Nina menjelaskan, kondisi seperti itu sudah lama ia alami. Namun, belakangan makin menjadi-jadi. Menurutnya, sejak terjadi krisis ekonomi 1998, wedding organizer mendadak booming. Waktu itu, orang-orang yang ingin menggelar acara pernikahan menjadi malas untuk mengurusnya sendiri. Alasannya, biaya yang harus dikeluarnkan menjadi sangat mahal. Lain halnya dengan menggunakan jasa wedding organizer, yang selisihnya bisa 50% lebih murah.
Menurut Nina, kondisi itu terus berlanjut. Di saat kondisi ekonomi berangsur-angsur membaik, minat masyarakat malah meningkat, baik dari segi jumlah pengguna jasa, maupun jenis peket pernikahan yang dipilihnya. “Dulu, alasannya biar lebih murah. Tapi belakangan, mungkin karena ekonominya saja yang mulai membaik, lebih lagi tidak mau repot,” jelas Nina sambil mengingat perkembanggan usahanya.
Nina meyakini, kedepannya, permintaan itu akan terus meningkat. Sebab, masyarakat kita mulai mengenalnya dengan baik. Ada banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Selain bisa memberikan kemudahan, layanan itupun, umumnya memuaskan mereka. Nina sendiri merasa optimis dengan prospek Nisa Wedding and Catering Service-nya.
Hingga kini, perusahaan yang didirikan sejak tahun 1998 itu, terus berkembang dengan dengan baik. Omzet rata-ratanya mencapai Rp600 juta per bulan. Dari jumlah itu, Nina bisa mengantongi keuntungan hingga 20%. Padahal, moda awalnya hanya Rp3 juta. “Modalnya sedikit, selebihnya cuma modal otak, kesabaran dan kegigihan. Hasilnya, lumayan lah,” tutur Nina. Nah, bila Anda tertarik untuk ikut menggarap peluang itu, simak saja penuturannya lebih lanjut.
Bidang Jasa
Menurut Nina, wedding organizer adalah bidang layanan jasa pengorganisasian segala aktivitas yang berkaitan dengan kebutuhan acara pernikahan. Namun, para pelaku usaha di bidang itu sekedar melakukan aktifitas manajerial saja. Sekedar membuat konsep acara, menganalisa seluruh kebutuhan acara, melakukan pengadaan seluruh perangkatnya, penataan waktu, pengaturan keuangan (budget), sekaligus menjadi pusat koordinasi antar pihak yang terkait dalam prosesi itu.
Menurut Nina, untuk terjun ke bidang ini, tidak harus memiliki seluruhnya. Adapun peralatan dan SDM-nya bisa melalui proses rekanan dengan pihak ke tiga, yakni, vendor-vendor yang bergerak di bidangnya masing-masing.
Dari penjelasannya, tidak sulit mencari rekanan itu. Saat ini, sudah ada banyak vendor yang bisa dijadikan rekanan. Itupun tidak sekedar penyedia perangkat material saja, tetapi ada juga yang bergerak di bidang SDM-nya. Misalnya, SDM penyelenggara acara adat, pagar ayu, waiter, sinden, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Menurut Nina, kesulitannya akan terasa saat ingin memilih salah satunya. Sebab, harus memilih rekanan yang memiliki track record yang baik. “Kalau salah milih, malah jadi nyusahin kita,” jelas Nina.
Proses ini membutuhkan ketelitian. Bila tidak, dampaknya bisa jadi fatal. Karena wedding organizer yang nantinya akan Anda kelola, akan dipertaruhkan dengan kinerja mereka. “Rekanan kita akan menggunakan nama kita. Jadi, kalau kerjanya gak bagus, kita akan kena imbasnya,” papar Nina.
Kualitas Layanan
Bila seluruh perangkat pendukungnya sudah ada, dan perusahaan weding organizer-nya sudah siap dioperasikan, perhatikanlah kualitas layanannya. Menurut Nina, keberlangsungan usaha itu akan ditentukan olehnya. Maka harus benar-benar diprioritaskan. Namun, kualitas layanan itu, tidak sebatas pada bentuk fisiknya saja. Seperti, keindahan dekorasinya, kemewahan peralatan catering-nya, atau kualitas gambar dari hasil kerja tim fotografinya. Lebih dari itu, harus menunjukan keramahan layanannya.
Nina sudah membuktikannya sendiri. Ia pun sudah bisa menuai hasilnya. “Kalu seluruh layanannya bagus, mereka tidak segan-segan merekomendasikan wedding organizer kita ke orang lain. Pengguna jasa Nisa Weding ini, kebanyakan, didapat dari itu,” jelas Nina.
Ia menjelaskan, dari segi marketingnya, cara itu lebih baik dibandingkan dengan cara lain. Mereka akan lebih percaya bila informasi itu didapatkan dari orang-orang terdekatnya, dibandingkan dari media lain. Maka, semakin besar kepuasan yang bisa mereka terima, akan semakin besar pula kemungkinan wadding organizer-nya direkondasikan ke orang-orang terdekatnya.
Yang harus diingat, segmen terbesar pengguna jasa itu adalah masyarakat dari kalangan menegah ke atas. Karakternya unik. Mereka sangat loyal bila layanan jasa kita bisa memuaskan hati mereka. Uang tidak jadi soal, bila seluruh harapkannya terlaksana. Apalagi acara itu momen spesial bagi mereka.
Publikasi
Bila semuanya sudah dilakukan dengan baik, jangan lupa untuk mempublikasikannya, agar perusahaan wedding organizer Anda bisa dikenal dan diketahui banyak orang. Menurut Nina, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
Pertama, beriklan di media cetak atau media online. Iklankan jasa yang ingin Anda tawakran. Namun, pilihlah media yang cocok dengan segmennya. Agar iklannya tepat sasaran. Bila keliru, usaha itu akan sia-sia. Biaya yang Anda keluarkan jadi tidak berarti apa-apa.
Kedua, jalin kemitraan dengan pihak pengelola gedung yang biasa digunakan untuk acara pernikahan. Menurut Nina, langkah itu terbilang penting. Sebab, sebagian masyarakat kita masih menganggapnya sarana untuk mendapatkan informasi semacan itu. Maka, jika Anda mendapat akses kemitraan itu, hasilnya akan sangat membantu.
Ketiga, buatlah website khusus untuk kepentingan publikasi di dunia maya. Menurut Nina, internet adalah medianya masyarakat kalangan menengah ke atas. Artinya, cocok dengan segmen pengguna jasa itu. Selain menggunakan website khusus, bisa juga dengan menggunakan sejumlah portal bisnis yang memang memberikan fasilitas itu juga.
Nah, Mudah bukan. Bila tertarik, jangan lupa mengembangkan kemampuan leadership Anda. Sebab, pada saat menangani acara pernikahan, Anda akan menjadi pusat kendalinya. Kadang kala harus menagani sejumlah acara dalam waktu yang bersamaan. Mau tidak mau harus membawahi sejumlah tim yang akan menangani masing-masing acaranya.
Dengan kemampuan leadership yang baik, bukan tidak mungkin, Anda akan sanggup menangani banyak acara pernikahan dalam waktu yang bersamaan. Bila tidak, bisa jadi Anda kalangkabut. Semakin banyak acara pernikahan Anda tangani, maka, semakin besar pula keuntungan yang bisa Anda dapatkan. (Ruby Babullah Afsa, Majalah DUIT No 06/IV/Juni 2009)
Nisa Wedding and Catering Service
Alamat : Jl. Pela Raya No. 42 Radio Dalam Gandaria Utara Jakarta Selatan
Telepon : (021) 70553068, 72786562
Website : www.nisaweddingservice.com






maaf mba saya minta price listnya dong,,
trims...